Gelar Budaya Tulungagung

AddThis Social Bookmark Button

Gelar Budaya Tulungagung Gelar seni budaya yang dilakukan oleh Kabupaten Tulungagung di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) mengangkat tema “Gumebyar Bumi Lawadan”. Kegiatan yang dilakukan jumat lalu tersebut menampkan berbagai jenis tarian seperti : Reog Kendang, Arak-arakan, Jaranan Senterewe, Campursari dan lagu-lagu daerah. Bukan hanya kegiatan itu saja wayang kulit dengan dalang Ki Mohamad Pamungkas Prasetyo Bayu Aji, salah satu dalang remaja yang potensial, putera dalang kenamaan Ki Anom Suroto, juga ikut meramaikan suasana gelar seni budaya tersebut.

Antusias warga Surabaya yang memadati TBJT, sambil menikmati pertunjukan dan berkeliling melihat hasil karya pengrajin-pengrajin, yang memproduksi karya-karya seni kebudayaan Indonesia. Pada malam pertama akan disuguhkan sajian spesial seni pertunjukan berjudul “GUMEBYAR BUMI LAWADAN TULUNGAGUNG MERAJUT BUDAYA” yang digarap oleh koreografer Bimo Wijayanto

Bumi Lawadan, adalah cikal bakal Kabupaten Tulungagung. Desa Lawadan sekarang berubah nama jadi Wates Campurdarat. Desa Lawadan yang sekarang tinggal cerita, besar sekali andilnya terhadap kabupaten Tulungagung. Patokan prasasti bertanggal 18 November 1205 itu kemudian dijadikan Hari Jadi Tulungagung.

Pagelaran wayang kulit Sabtu malam menampilkan lakon Wirotho Parwo, bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam rangka sosialisasi empat pilar utama, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Cerita singkatnya Prabu Duryudana yang ingin menyerang negara Wirotho yang dipimpin Prabu Matswapai dan hendak mencari Pandawa yang sedang menyamar. Negara Wirotho memang sedang krisis, akibat Prabu Matswapai bertindak sekehendak hati sudah meninggalkan dasar negara, masyarakat terpecah belah hingga negara ringkih dan mudah diserang musuh. Maka dalam peperangan Matswapai tertawan namun dapat dibebaskan Pandawa.

Seperti biasa, sebagai acara penunjang diselenggarakan lomba mewarna (Sabtu pagi), lomba senam aerobik (Minggu pagi) gratis makanan dan berbagai doorprize menarik. Selama tiga hari berturut-turut juga digelar pameran kerajinan dan produk unggulan Tulungagung dan pemutaran film potensi seni budaya dan pariwisata Bumi Lawadan tersebut.